Bojonegoro || Bratapos.com Kamis 20/11/2025–Dugaan praktik pungutan kembali mencuat di lingkungan sekolah negeri. Kali ini, SMK Negeri 1 Trucuk disebut melakukan pengutan uang SPP sebesar Rp150 ribu per bulan dari setiap siswa.
Informasi dari salah satu wali murid sebut saja Ngaimo(Bukan nama sebenarnya) kepada awak media Bratapos.com mengatakan",pungutan ini telah berjalan cukup lama. kami sebagai orang tua siswa sebenarnya sangat keberatan dengan adanya pungutan SPP tersebut.
kami sebagai orang tua siswa berharap kepada Dinas Pendidikan dan Aparat Penegak hukum(APH) untuk segera menyidak sekolah sekolah Negeri yang masih melakukan dugaan Pungutan Liar(Pungli) Tutup Ngaemo kepada awak media Bratapos.com
Berbekal informasi terkait adanya pungutan tersebut kemudian awak media mencoba mendatangi SMKN 1 Trucuk untuk mengkonfirmasi dan wawancara kepada kepala sekolah, namun Salah seorang oknum security dan salah seorang oknum guru yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan",Maaf mas lain waktu saja di Karenakan Kepala sekolah tidak ada di tempat pungkas kedua oknum tersebut.
Di lain waktu menurut Hasyim SH selaku Biro Hukum dan juga berprofesi sebagai Advocat kepada awak media Bratapos.mengatakan",Jika benar pungutan dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas, maka tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum. Sesuai Pasal 12 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003.
Tentang Sistem Pendidikan Nasional, peserta didik berhak memperoleh pembiayaan pendidikan sesuai peraturan yang berlaku.
Selain itu, praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan sekolah juga dapat dijerat Pasal 423 KUHP tentang penyalahgunaan jabatan serta UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Kasus dugaan pungutan ini kini menimbulkan keresahan di kalangan orang tua siswa dan masyarakat. Banyak pihak mendesak agar Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Inspektorat, hingga aparat penegak hukum segera melakukan investigasi mendalam untuk memastikan legalitas dan transparansi penggunaan dana pungutan yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah pungkasnya.(Bersambung)
Pewarta Brendy