Bojonegoro//mataraman-bratapos.com– Implementasi Anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2025 di Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, mulai disorot warga dan awak media. Pasalnya, proyek pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang seharusnya menggunakan material besecourse (base course) senilai Rp 114 juta, diduga kuat dikerjakan tidak sesuai spesifikasi.
Pantauan awak media di lapangan menunjukkan kondisi fisik jalan yang sangat memprihatinkan. Meski dianggarkan dengan nilai fantastis untuk pengerasan jalan, kenyataannya yang tampak hanyalah hamparan tanah urug atau pedel biasa. Tidak terlihat adanya lapisan batu pecah atau material besecourse sebagaimana yang tertuang dalam rencana anggaran.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dusun (Kasun) setempat tampak enggan memberikan penjelasan detail terkait teknis pengerjaan hanya menjelaskan habis 30 dump truk. Ia mengakui bahwa material yang diturunkan memang hanya pedel.
“Itu hanya pedel, kurang lebih 30 truk Pak. Kita hanya bawahan, semua Pak Kades yang handel (mengatur),” ujar Kasun saat ditemui awak media di lokasi pengerjaan.begitu juga keterangan warga RT 28 mengatakan "katanya mau dikasih pasir pak tapi sampai sekarang belum dikasih"pungkasnya
Pernyataan Kasun tersebut seolah melempar bola panas kepada Kepala Desa Malingmati. Namun, upaya verifikasi dan klarifikasi yang dilakukan awak media kepada Kepala Desa justru menemui jalan buntu. Saat dihubungi maupun didatangi ke kediamannya, Kepala Desa terkesan menghindar dari kejaran wartawan.
“Saya tidak ada di rumah, saya sedang keluar Pak. Besok-besok saja ketemu,” jawab Kades singkat saat dikonfirmasi melalui pesan elektronik.
Sikap tertutup pemerintah desa ini menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat terkait transparansi pengelolaan Dana Desa di Desa Malingmati. Anggaran sebesar Rp 114 juta untuk jalan yang hanya berupa hamparan pedel dinilai tidak masuk akal dan berpotensi merugikan keuangan negara.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro maupun Camat Tambakrejo belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penyimpangan pengerjaan proyek JUT di Desa Malingmati tersebut. Warga berharap pihak Inspektorat segera turun tangan untuk melakukan audit lapangan guna memastikan tidak adanya praktik korupsi dalam pembangunan infrastruktur desa.
Pewarta sym