Bojonegoro || Bratapos.com - Rabu 19/11/2025 - Rencana Pemerintah Desa (Pemdes) Kedewan Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro, untuk mendirikan bangunan Koperasi Merah Putih di area lapangan sepak bola desa memicu polemik di tengah masyarakat. Rencana tersebut menimbulkan pro dan kontra yang cukup tajam, bahkan sempat menjadi perdebatan panas dalam forum desa hingga akhirnya mencuat ke ruang publik.
Berdasarkan data yang berhasil di himpun Oleh Pewarta pada saat Wawancara kepada salah seorang anggota Karangtaruna sebut saja Paijo (Bukan nama sebenarnya) mengatakan", ,Lapangan sepak bola yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih Tersebut.
Bahwasanya selama ini lapangan tersebut dikenal sebagai ruang terbuka serbaguna yang digunakan warga untuk kegiatan olahraga, ajang kompetisi lokal, hingga kegiatan sosial masyarakat. Kekhawatiran akan hilangnya ruang publik menjadi alasan utama banyak warga menolak rencana tersebut.
“Lapangan ini sudah puluhan tahun menjadi tempat anak-anak dan pemuda berolahraga. Kalau dibangun koperasi, otomatis ruang bermain dan kegiatan masyarakat akan berkurang,” ungkap Paijo.
Sementara itu, Pemdes Kedewan berpendapat bahwa pendirian Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari upaya peningkatan perekonomian desa. Koperasi dinilai dapat menjadi pusat layanan keuangan dan penguatan ekonomi warga, terutama dalam mendukung kegiatan usaha mikro di kawasan tersebut.
“Koperasi Merah Putih kita rencanakan sebagai langkah memperkuat ekonomi warga. Namun tentu saja semua proses akan dijalankan sesuai aturan dan tetap memperhatikan aspirasi masyarakat,” jelas salah seorang perangkat desa saat ditemui.
Musyawarah desa yang digelar untuk membahas polemik ini berjalan alot. Dua kubu, yakni kelompok yang mendukung program peningkatan ekonomi dan kelompok yang menolak pembangunan di lahan lapangan, sama-sama menyampaikan argumen kuat. Hingga saat ini, belum ada keputusan final dari Pemdes terkait lokasi pembangunan koperasi.
Masyarakat berharap Pemdes mengambil keputusan yang arif dan transparan. Selain meminta kejelasan rencana tata ruang desa, warga juga mendesak adanya solusi yang tidak mengorbankan fasilitas publik yang sudah lama menjadi kebutuhan bersama.
Polemik ini diprediksi masih berlanjut sampai ditemukannya titik temu antara Pemdes dan warga, terutama terkait keberlanjutan lapangan sepak bola yang dianggap sebagai aset penting dan simbol kegiatan sosial Desa Kedewan.
Terpisah kemudian awak media mencoba menghubungi Susmiati selaku Kades Kedewan untuk mengkonfirmasi kejadian tersebut melalui pesan singkat via WhatsApp namun sampai berita di tayangkan belum ada tanggapan.(Bersambung)
Pewarta Brendy