Dosen UMMAD, Diduga Dikeroyok Hingga Luka-Luka foto : Dwi Rizaldi Hatmoko, S.Si., M.Ling, Dosen Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Muhammadiyah Madiun ( UMMAD) Korban Pengeroyokan.
Bratapos / Daerah

Dosen UMMAD, Diduga Dikeroyok Hingga Luka-Luka

Terbit : 06-Sep-2024, 02:13 WIB // Pewarta : Jhon Mongaz, Editor : Jhon Mongaz // Viewers : 4508 Kali

 

KOTA MADIUN || Matraman.Bratapos.com - Insiden Pengeroyokan diduga dialami oleh, Dwi Rizaldi Hatmoko, S.Si., M.Ling, Dosen Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Muhammadiyah Madiun ( UMMAD) pada, Kamis (5/9/2024) sekira pukul 16.30 sore.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka - luka di lengan serta kakinya, dan langsung melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Madiun Kota.

Saat dikonfirmasi Bratapos.com, Dwi Rizaldi Hatmoko mengatakan bahwa kejadian bermula ketika dirinya bertemu Rektor untuk menyampaikan aspirasi, terkait jurusan ilmu lingkungan, dengan tujuan untuk disampaikan ke Mahasiswa.

"Disini selain ketemu saya, Rektor juga mengundang anggota BPH UMMAD (Saudara Suwardi Rosyid) keruangan untuk bersama sama mengevaluasi kinerja saya. Ada beberapa hal menyangkut pola perkuliahan yang dikoreksi oleh yang bersangkutan, termasuk tuduhan kurang proaktif saya dengan kampus. Ketika saya mau keluar dari ruangan rektor, saya ditahan oleh beberapa orang dosen dan pegawai hingga ditarik tangan saya oleh ajudan Rektor/Sopir Rektor, berusaha merebut dan meminta handphone saya ," jelasnya.

Menurut Dwi Rizaldi, handphone merupakan sebuah privasi. Ia pun lantas menolak untuk memberikan, sehingga terjadilah insiden pengeroyokan tersebut.

"Kurang lebih ada 4 orang disekitar Rektor, disitu saya ditarik, dipukul dan dicekik tanpa ada yang menolong," imbuhnya.

Lebih jauh,  Dwi Rizaldi juga mengungkapkan dari keseluruhan orang yang diduga melakukan pengeroyokan, yakni karyawan termasuk karyawan dari unsur PDM Kota Madiun, dosen, hingga security.

"Disini saya minta keadilan, karena saya jauh- jauh dari Kalimantan ingin membangun Kota Madiun. Namun ujung-ujungnya malah diperlakukan seperti ini," tutupnya.

Sementara itu, Slamet Asmono selaku kepala bagian umum Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) saat dikonfirmasi media ini mengatakan belum berani menyampaikan keterangan.

"Kita akan melakukan diskusi dulu, sambil menunggu pemeriksaan dari pihak kepolisian," tandasnya.


Pilihan Untukmu