Tuban || Mataraman-Bratapos.com-Polemik ketidaktepatan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Cengkong, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, meledak di media online dan menjadi sorotan tajam publik.
Data dari sumber terpercaya menunjukkan 15-16 lansia rentan tidak menerima bantuan, padahal mereka seharusnya menjadi prioritas utama Pemdes Cengkong, tapi tak pernah sedikitpun tersentuh.
“Kami menuntut pihak terkait, Tim Koordinasi Sosial Kecamatan (TKSK), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Dinas Sosial (Dinsos) segera berkoordinasi dan mengevaluasi data warga yang terlewatkan,” tegas sumber yang dapat dipercaya pada hari Sabtu (6/12/2025).
Ironisnya, desas-desus yang semakin kuat menyebutkan: penerima bantuan justru adalah orang-orang dengan perekonomian yang memadai bahkan mempuni.
Lebih parah lagi, Pendamping Desa Arifin, ketika dikonfirmasi pewarta melalui WhatsApp pada Sabtu 6 Desember 2025 memilih untuk bungkam. Sikap ini semakin memperkuat dugaan adanya ketidaktransparansi yang disengaja, bahkan konspirasi.
Di tengah upaya pemerintah yang diklaim “gencar” menyalurkan bantuan ke desa-desa, warga tidak hanya kecewa, mereka menduga manipulasi data yang sengaja tidak dilaporkan ke pusat.
Konfirmasi juga datang dari seorang warga yang enggan mengungkap identitas: “Kejadianya memang seperti itu, banyak orang tua rentan yang tidak dapat bantuan, baik dari desa maupun Dinsos.” ucapnya dengan nada geram.
Kejadian di Desa Cengkong bukan sekadar kasus tersendat – ini adalah contoh konkrit kegagalan sistem pendataan sosial. Masyarakat menuntut Pemerintah Kabupaten Tuban segera melakukan pendataan ulang untuk mengakhiri masalah yang terus berulang di berbagai desa.
Pewarta BR