KOTA MADIUN Matraman.Bratapos.com - Pasangan Calon (Paslon) Bonie Laksmana-Bagus Rizki Dinarwan, Jumat (6/9/2024) malam, menggelar acara ngopi bareng yang bertempat di Mucoffe Jalan salak, Kelurahan Taman, KecamatanTaman, Kota Madiun.
Gelaran acara bertajuk ngopi bareng, yang hadiri ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat tersebut berjalan lancar dan tertib. Disini paslon menyerap berbagai aspirasi tamu yang menghadiri acara.
Bacakada, Bonie Laksamana sangat mengapresiasi dengan kritik maupun masukan yang telah diutarakan warga yang menghadiri acara ini.
Berbagai keluhan dari masyarakat sebagian juga telah dijelaskan oleh beberapa warga. Diantaranya ada perbaikan jalan, keluhan UMKM, serta penanggulangan banjir yang masih ditemui pada musim penghujan.
"Disini kita perlu lakukan evaluasi, segala kritik dan saran akan dipelajari terlebih dahulu. Serta melakukan diskusi dengan stakeholder," ujar Bonie Laksmana.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan kelak jika terpilih, dirinya tidak akan menjadi Kepala Daerah yang anti kritik selama itu untuk kepentingan masyarakat umum dan bukan untuk kepentingan pribadi.
Selain itu, mengenai visi misinya, Bonie mengatakan nanti akan ada waktunya untuk disampaikan langsung ke masyarakat Kota Madiun.
"Terkait jargon Wani Tarung yakni siap berkompetisi dengan cara yang fair play. Menang dan kalah itu takdir allah. Wani Tarung itu wajib demi masyarakat Kota Madiun," jelasnya.
Dilokasi yang sama, Bagus Rizki Dinarwan Cawawali paslon BONUS menanggapi aspirasi masyarakat mengenai pembangunan di PSC (Pahlawan Street Center).
"Jujur sebenarnya saya kurang sependapat, karena itu adalah icon asing bukan icon daerah Kota Madiun," ungkapnya.
Ia menambahkan hal tersebut berbeda dengan daerah Ponorogo yang membangun icon reog karena mempunyai banyak arti sesuai dengan budaya daerah.
Menurutnya, tidak bangga denganpembangunan di PSC. Harusnya ada pesan yang harusnya disampaikan kepada masyarakat dan lebih setuju kalau Madiun dibangun patung keris.
"Kita harus bangga dengan Kota kita daerah sendiri. Jangan bangga karena icon asing. Kalau perlu dengan adanya icon daerah bisa dibawa ke luar negeri hingga Madiun mendunia," pungkasnya.