KOTA MADIUN || Matraman.Bratapos.com - Sebagai salah satu kota dengan sejarah panjang, Madiun memiliki kekayaan budaya yang patut diuri-uri dan dilestarikan.
Dalam pandangan Budayawan Heri Sem, karakteristik asli Madiun yang diwariskan oleh Bupati Madiun pertama, Pangeran Timoer (keturunan Kerajaan Majapahit), menjadi benang merah yang harus dipegang teguh oleh para pemimpin saat ini.
Menurut Heri Sem, Pangeran Timoer yang merupakan anak dari Sultan Trenggono sebagai, Bupati Madiun pertama, adalah sosok yang arif, bijaksana, dan akomodatif.
"Ketika menghadapi ancaman perang dengan Mataram, Pangeran Timoer berhasil menciptakan rekonsiliasi yang kuat. Kepemimpinannya yang karismatik dan prinsip yang kokoh membuat Kerajaan Mataram tiga kali gagal mengalahkan Kadipaten Madiun di bawah kepemimpinannya," jelasnya kepada bratapos.com, Rabu (31/7/2024).
Heri Sem juga mengatakan terkait nama “Madiun” sendiri memiliki cerita menarik. Kisah Ki Ageng Ronggo atau Panembahan Timur yang membuka hutan untuk pusat pemerintahan menginspirasi nama ini. Dalam bahasa Jawa, hantu disebut “medi,” dan berayun-ayun disebut “ayun-ayun.” Dari sinilah lahir nama “Mediyun,” yang kemudian berkembang menjadi Madiun.
Selain itu, Madiun juga menyimpan kenangan peristiwa bersejarah, termasuk peristiwa pemberontakan PKI tahun 1948 yang dikenal sebagai “peristiwa Madiun”.
Saat disinggung terkait dengan realita kepemimpinan di Kota Madiun saat ini, menurutnya bahwa meskipun banyak pihak menilai pembangunan di Kota Madiun saat ini dianggap cukup baik, namun dalam hal prioritas membangun budaya asli atau otentik khas Madiun sebagai Ikon asli daerah sebagai salah satu Kearifan Lokal yang merupakan jati diri Madiun mestinya harus diperhatikan.
Lebih lanjut, Heri Sem juga menyampaikan bahwa diera yang semakin modern ini, membangun Kota Madiun akan lebih bijak untuk tidak selalu meng import replika bangunan bangunan sebagai Ikon dari Negara lain atau Kota lain. Namun budaya dan Ikon asli daerah Kota Madiun terkesan dikesampingkan.
"Budaya atau Ikon asli Kota Madiun seperti produk makanan yakni Pecel dan salah satunya kesenian musik Keroncong serta warisan asli seni Pencak Silat. Dengan keberadaan sekitar 14 atau 15 Perguruan pencak silat di Madiun saat ini sudah semestinya menjadi prioritas Membangun Kota Madiun yang lebih baik kedepan dengan tidak meninggalkan Sejarah Budaya masa lalu," imbuh Heri Sem yang selama ini juga dikenal sebagai tokoh LSM Pedal Madiun.
Ditambahkan oleh Heri Sem bahwa hari ini dimulai dari hari esok atau kemarin dan hari esok akan dimulai pada hari ini. Menurutnya bahwa menyitir dari kata kata dari seorang tokoh nasional yakni Bung Karno yang mengatakan bahwa jangan sekali kali melupakan sejarah.
"Yang penting, mari kita bersama-sama membangun Kota Madiun kedepannya agar semakin lebih baik lagi," pungkasnya.