Klaim Sudah Merubah Polteknik Madiun Menjadi Negeri, Ketua LSM Garis Pakem Mandiri Sebut Pembodohan Publik foto : Istimewa.
Bratapos / Daerah

Klaim Sudah Merubah Polteknik Madiun Menjadi Negeri, Ketua LSM Garis Pakem Mandiri Sebut Pembodohan Publik

Terbit : 19-Aug-2024, 17:08 WIB // Pewarta : Jhon Mongaz, Editor : Jhon Mongaz // Viewers : 275 Kali

 

KOTA MADIUN || Matraman.Bratapos.com - Mantan Walikota Madiun Maidi, menghadiri acara 17 Agustusan, di daerah Kanigoro, RT 22 RW 05, pada (17/8/2024) malam. Dalam acara tersebut Maidi yang juga paslon Bacawali Pilkada 2024 berbaur dengan para warga daerah sekitar. 

Dalam paparannya, Maidi menceritakan riwayatnya dari awal menjadi Kepala Sekolah, hingga purna Walikota Madiun 2024.

Maidi mengatakan pernah menjadi Kepala Sekolah SMA 2 Kota Madiun, setelah itu di Dinas Pendidikan. "Di Dinas Pendidikan itu, saya membangun SMA 3, setelah itu di Dispenda dan menjadi Sekda. Sekda membuat negeri Polteknik selama 7 tahun," ujarnya. 

Ia menambahkan, 2 tahun pihaknya mendirikan polteknik kereta api di depan 501. Setelah itu ia menjadi Walikota Madiun dan telah mengubah Kota Madiun karena telah berhasil membawa 6 hingga 7 ikon negara.

Adanya pernyataan yang dilontarkan Maidi tersebut, timbul pro kontra karena ada dugaan bahwa yang telah disampaikan mantan walikota tersebut tidak benar. 

Ketua LSM Garis Pakem Mandiri, Rohman. S membantah pernyataan dari mantan walikota yang juga Bacawali Kota Madiun Maidi. 

"Kepemimpinan Kota Madiun pada era orde baru diantaranya ada Drs. Marsoedi yang telah memimpin 2 periode yang telah memperluas wilayah Kota Madiun dari 1 Kecamatan menjadi 3 Kecamatan. Setelah itu ada Masdra M. Jasin yang telah membangun jalan Agus Salim seperti jalan Malioboro," ujar pria yang biasa dipanggil Udin Pakem pada Senin (19/8/2024). 

Ia menambahkan, setelah itu ada kepemimpinan Bambang Pamoedjo yang salah satunya telah membuat jalan terobosan Pelita Tama hingga Letkol Suwarno. 

Kemudian ada Achmad Ali, yang telah berhasil meningkatkan Dana Alokasi Umum (DAU) hingga ratusan milyar dan juga telah telah digunakan membangun ring road. Tak hanya itu, pihaknya juga telah memperbaiki stadion hingga sampai saat ini. 

Selanjutnya ada Kokok Raya yang telah menyempurnakan apa yang dilakukan era Achmad Ali yakni ring road yang juga dibangun fly over. 

Kokok Raya juga telah berhasil mendatangkan investor hingga dibangunnya mall Sri Ratu dan Matahari. Setelah itu ada Bambang Irianto yang telah meningkatkan SDM Kota Madiun yakni pendidikan, kesehatan dan pendapatan. 

Tak hanya itu, lanjut Udin Pakem, era Bambang Irianto juga berhasil mendatangkan investor hingga terbangunnya Sun City beserta mallnya, Aston Hotel, Amaris dan Mercure. 

Selain itu ada dorongan masyarakat yang menginginkan universitas negeri hingga akhirnya diwujudkan polteknik menjadi negeri dan adanya akademi perkereta apian yang satu satunya di Indonesia. 

"Jadi kalau ada yang mengklaim hal tersebut pada masa kepemimpinannya, perlu dipertanyakan keapsahan dan kebenarannya," tegasnya.

Lagi pula, lanjutnya, jabatan sebagai Kepala Dinas maupun Sekda itu tidak mempunyai kewenangan ataupun kebijakan yang berkaitan langsung pada pihak ketiga. Jadi kalaupun membangun atau membuat masih kewenangan Kepala Daerah. 

"Menurut saya sebagai lembaga monitoring yang dilontarkan paslon saat mengisi kemerdekaan di Kanigoro tersebut, bisa dibilang kebohongan publik," tandasnya.


Pilihan Untukmu